Gathering Ketiga BEA Jabar, Pemprov Dorong Peran Building Engineer Berkelanjutan

IMG_20260118_200749

Foto bersama jajaran pengurus, peserta, dan tamu undangan pada Gathering Ketiga Building Engineers Association (BEA) Jawa Barat 2026 di Bandung

 

BANDUNG, SalZa News – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya peran building engineer dalam mendukung pembangunan yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Provinsi Jawa Barat, Achmad Haidar, S.T., M.T., yang mewakili Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), saat menghadiri Gathering Ketiga Building Engineers Association (BEA) Jawa Barat 2026 dengan tema “Water Technology Management”, di Sudirman Grand Ballroom, Kota Bandung, Sabtu (17/1/2026).

 

Achmad Haidar menyampaikan bahwa pertumbuhan pesat gedung bertingkat, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga kawasan industri di Jawa Barat harus dibarengi dengan pengelolaan bangunan yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada keselamatan serta keberlanjutan lingkungan.

 

Kepala Bidang Perumahan Disperkim Jabar, Achmad Haidar, S.T., M.T.

 

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari keindahan fisik bangunan, tetapi sejauh mana bangunan tersebut dapat beroperasi secara aman, efisien, dan berkelanjutan. Di sinilah peran strategis para building engineer,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong penerapan konsep green building, efisiensi energi, serta pengelolaan limbah gedung sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan mendukung target net zero emission di Jawa Barat.

 

Pemprov Jabar juga membuka ruang kolaborasi dengan asosiasi profesi, termasuk BEA Jawa Barat, dalam berbagai program pembangunan dan perumahan.

 

“Kami menyambut baik komitmen BEA Jawa Barat dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, penerapan standar teknis bangunan, serta kepedulian terhadap lingkungan,” pungkas Achmad Haidar.

 

Sementara itu, Ketua BEA Jabar, Asep Suherman, mengungkapkan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta seluruh stakeholder dan vendor yang selama ini mendukung kegiatan BEA Jawa Barat.

 

Ia menilai perkembangan BEA Jawa Barat dari tahun ke tahun menunjukkan tingkat kepercayaan yang semakin tinggi.

 

Ketua BEA Jabar, Asep Suherman

 

“Pada tahun pertama terdapat 55 vendor, tahun kedua meningkat menjadi 65 vendor, dan tahun ini mencapai 85 vendor. Ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan trust yang diberikan kepada BEA Jawa Barat,” ujar Asep.

 

Asep menegaskan bahwa BEA Jawa Barat merupakan asosiasi profesi yang tidak berorientasi bisnis, melainkan wadah kolaborasi bagi para engineer dan vendor untuk membuka peluang kerja sama yang selaras dengan kebutuhan pengelolaan bangunan dan properti.

 

Saat ini, jumlah anggota BEA Jawa Barat telah mencapai sekitar 600 engineer yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat. Ke depan, BEA Jawa Barat berencana memperluas jangkauan organisasi dengan membuka cabang di sejumlah daerah, seperti Tasikmalaya dan Cirebon, guna memperkuat peran engineer di daerah serta mendukung pembangunan yang lebih merata.

 

Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menegaskan kesiapan BEA Jawa Barat untuk berkontribusi langsung kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai mitra teknis atau technical advisor, khususnya dalam pengelolaan dan perawatan bangunan gedung.

 

Terkait tema kegiatan, Asep menjelaskan bahwa Water Technology Management berfokus pada pengelolaan air limbah yang sesuai dengan regulasi pemerintah.

 

Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 25 atau Nomor 11 Tahun 2025 yang menggantikan Permen LH Nomor 68 dengan parameter yang lebih rinci.

 

“Dengan berpegang pada regulasi tersebut, pengelolaan air limbah akan lebih aman, terukur, dan ramah lingkungan,” jelasnya.

 

Melalui kegiatan Gathering BEA Jawa Barat 2026 ini, BEA Jawa Barat berharap dapat memperkuat sinergi antara dunia profesi dan pemerintah daerah, sekaligus mendorong lahirnya inovasi berkelanjutan dalam pengelolaan bangunan dan lingkungan di Jawa Barat.

(Sinta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *